8 Hari Hanyut, Jenazah Siswi SMA Akhirnya Mengambang

8 Hari Hanyut, Jenazah Siswi SMA Akhirnya Mengambang

Jurnalsiantar.net– Setelah 8 hari hanyut akibat terseret arus di Sungai Bah Tongguran pada 26 Desember 2017 yang lalu, jasad Renita boru Gultom (17) akhirnya ditemukan
mengambang di pinggiran Sungai Bah Tongguran di Damak Uli, Nagori Jawa Maraja, Kecamatan Jawa Maraja, Bah Jambi, sekitar 1,5 Km dari lokasi hanyut, Rabu (3/1/2018).

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh Romartin Pasaribu (23), warga  Huta Unung Manik, Nagori Pokan Baru, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun. Dan saksi lainnya Torus Manik dan pihak Korem bermarga Gultom.

Setelah ditemukan, jenazah remaja yang kerap disapa Nova, pelajar SMA Negeri 1 Tanah Jawalangsung disemayamkan di rumah orangtuanya di Huta Galungan Nagori Jawa Maraja Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi pada pukul 16.00 WIB. Dan Jenazahnya dimakamkan tepat di pemakaman umum di Huta Galungan.

Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Anderson Siringoringo mengemukakan, jasad korban ditemukan berada tepat di perbatasan antara Huta Damak Puli, Nagori Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun dan Huta Naga Bayu, Nagori Manrayap Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun. 

Renita hanyut di Sungai Bah Tongguran saat hendak mengambil pakaian ke rumah kakek dan neneknya.

“Keterangan saksi Cindi Hutapea, korban mengajaknya pergi ke Huta Unong Manik, Nagori Pokan Baru, Kecamatan Huta Bayu Raja untuk menjemput pakaian korban ke rumah opungnya,”jelas Anderson.

Kemudian korban dan Cindy melewati Sungai Bah Tongguran untuk menyeberang ke Huta Unong Manik, namun korban terbawa arus air hingga tenggelam, tetapi saksi selamat karena mampu berenang,. 

“Mereka melintas, katanya titi yang dijalani patah. Jadi jatuh, baru hanyutlah mereka berdua. Satu orang bisa berenang selamat. Satu lagi sedang pencarian. Masyarakat dan Jawa Maraja memasang jaring mana tahu mayatnya kelewatanm

Maringan Sinaga, salah satu warga setempat mengatakan, warga telah pihaknya menduga korban hanyut 300 meter dari titik jatuh. Warga dari dua kampung mencari Renita menyusuri sungai tanpa alat. Warga setempat hanya bisa melakukan upaya pencarian dengan alat seadanya tanpa ada bantuan pemerintah, baik dari Basarnas atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah.(Hamzah)

COMMENTS

DISQUS: 0