Bah,  Kasi Trantib PD Pasar Horas  Dituding Jual Teras Kios PedagangHotman Sitio menunjukkan teras kiosnya yang dijual oknum SS.

Bah, Kasi Trantib PD Pasar Horas Dituding Jual Teras Kios Pedagang

Siantar | jurnalsiantar.net
Jual beli lahan negara di Pasar Horas untuk kepentingan pribadi pejabat PD Pasar Horas Jaya mulai terungkap. Setelah dituding menjual lokasi taman kepada sejumlah pedagang, kini salah satu pejabat di PD Pasar Horas Jaya Kota Siantar dituding tanpa ijin pemilik kios, menjual teras kios salah satu pedagang kepada pedagang lainnya.

Tudingan itu dilontarkan Hotman Sitio (45), salah satu pedagang keramik di lantai I gedung II Pasar Horas, yang mengaku teras kiosnya dijual oknum Kasi Trantib dan Kebersihan PD Pasar inisial SS kepada pedagang lainnya.

Dijelaskannya, di depan kiosnya berukuran 2×2 itu ada teras dengan ukuran kurang lebih dua kali satu meter. Dan sekira 14 tahun lalu, teras kiosnya itu dia seakan kepada Mangiring Tampubolon seharga Rp 14 juta per tahun.

Tetapi, ucap Hotman Sitio, Setelah masa kontrak berakhir, Mengiring Tampubolon enggan pindah dan tetap menggelar dagangannya di teras kios milik Hotman.

Ketika ditanyakan, Mangiring mengaku menggelar barang dagangannya, karena teras kios Hotman itu sudah dibelinya
dari PD Pasar Horas Jaya. Akan tetapi, ketika diminta, Mangiring tidak mau menunjukkan surat ijin maupun bukti jual beli lapak tersebut.

Selanjutnya, jelas Hotman Sitio, Kasi Trantib dan Kebersihan PD Pasar Horas Jaya inisial SS bersama beberapa pegawai mendatanginya dan menyatakan kalau pihaknya berhak menjual teras kios milik Hotman itu karena peraturan di PD Pasar Horas Jaya sudah berubah. Dengan adanya perubahan peraturan itu, maka PD Pasar Horas Jaya berhak melakukan jual beli lapak.

Mendengar itu penjelasan dari oknum SS tersebut, Hotman pun meminta agar oknum SS menunjukkan surat jual beli teras di depan kiosnya itu. Tetapi, oknum SS menyebut bahwa Hotman tak berhak melihatnya dan tidak mau menunjukkan surat tersebut.

“Peraturan sudah berubah. Ini tanah negara atau milik pemerintah sehingga kami berhak menjual beli. Jadi bukan hakmu tapi hak PD PHJ.Kami sudah berikan ijin kepada si Tampu,” kata Hotman Sitio menirukan ucapan oknum SS padanya.

Menurutnya, tindakan oknum SS itu sudah keterlaluan dan jelas merupakan penyalahgunaan jabatan. Untuk itu, Dia berharap Pj Walikota Siantar Jumsadi Damanik turun ke Pasar Horas untuk mengusut sekaligus menindak tegas Kasi Trantib dan kebersihan PD Pasar Horas Jaya inisial SS tersebut.

“Saya meminta Pj walikota atau instansi terkait turun mengusut dan menuntaskan jual beli lapak saya ini. Apalagi si SS mengaku jual beli lapak saya ini didasari sudah berubahnya peraturan, “ujar Hotman Sitio mengakhiri.

Ketika ditemui, Direktur Operasional PD Pasar Horas Jaya Hotman Sibuea menyesalkan perilaku kasi Trantib dan Kebersihan tersebut. Soalnya, pihaknya tidak pernah membenarkan jual beli teras milik pedagang itu. “Tidak ada peraturan menjual lapak itu, bang,” tegasnya berung kali.

Selanjutnya Hotman Sibuea menegaskan akan memanggil Kasi Trantib dan Kebersihan inisial SS untuk mempertanyakan ulahnya menjual teras kiso milik pedagang termasuk ucapannya yang menyebut PD Pasar Horas Jaya berhak memperjualbelikan kios pedagang.

“PD Pasar tidak bisa jual beli lapak. Jadi tidak ada peraturan jual beli lapak. Saya akan panggil si SS itu, tegas Hotman Sibuea.

Ketika coba dikonfirmasi, Kasi Trantib dan Kebersihan inisial SS dan pedagang Mengiring Tampubolon tidak berhasil ditemui. (JS3)

COMMENTS

DISQUS: 0