Fauzi Preman Timbang Galung Itu Pernah Bunuh TemannyaM Fauzi.

Fauzi Preman Timbang Galung Itu Pernah Bunuh Temannya

Siantar | jurnalsiantar.net
M Fauzi, preman Timbang Galung yang baru saja menikam Muksin Siregar di lokasi Bazar, halaman Gedung Olah Raga (GOR) Siantar, Jalan Merdeka, Kota Siantar, Minggu (19/7/2016) kemarin, ternyata pernah dihukum karena menikam temannya sendiri hingga tewas.

Pria yang tinggal di Jalan Mesjid, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat ini membunuh temannya Ramses Siahaan, warga Tiga Balata, Kabupaten Simalungunpada Jumat (3/12/2010) lalu.

Pembunuhan terhadap Ramses Siahaan dilakukan M Fauzi dengan dalih korbannya telah mencuri cincin emas yang disimpannya di tas pinggangnya.

Menurut informasi yang dihimpun, M Fauzi dan korban bersama dua temannya, yakni Ismail dan Kris baru saja menenggak minuman keras di beberapa kafe yang ada di Kota Siantar, dan terakhir berhenti di Cafe Siantar Man, Kecamatan Siantar Simarimbun.

Dan, sekira pukul 01.00 WIB, pelaku yang sudah sempat pulang kembali ke cafe itu bersama Kris dan menyatakan cincin emasnya seberat 3 gram telah hilang dari dalam tas pingganggnya. Dia kemudian menuduh korban dan Ismail merupakan mencurinya.

Merasa tak ada mencuri cincin itu, Ramses dan Ismail pun membantahnya. Namun, M Fauzi memaksa keduanya mengaku hingga mereka sempat adu mulut. Bahkan, waktu itu Fauzi sempat memukuli Ramses Siahaan.

Persoalan tak hanya sampai di situ. Puas memukuli korbannya, Fauzi meninggalkan cafe itu, dan tak lama kemudian datang lagi. Namun kali ini dia menenteng sebuah pisau dapur.
Dan begitu melihat korbannya, Fauzi langsung menghujamkan pisau itu ke rusuk kiri Ramse Siahaan.Dalam keadaan bersimbah darah, Ramses sempat berupaya melarikan diri.Hanya saja, sekira 200 meter dari lokasi, dia kehabisan darah dan tewas.

Usai membunuh korbannya, Fauzi melarikan diri dan dua jam kemudian berhasil diringkus dari sebuah di warnet Jalan H Adam Malik.

Kasus ini sempat disidangkan di PN Siantar. Namun, di persidangan Fauzi berpura-pura gila.

Baca:

Tak Dikasih Uang, Preman Timbang Galung Tikam EO Bazar GOR Siantar

Setelah keluar dari penjara, bukannya bertobat. Dia malah semakin suka memalaki para pedagang di seputaran Lapangan H Adam Malik. Namun para pedagang di tempat itu kompak melakukan perlawanan, hingga akhirnya dia pindah tempat ke Deli Jalan Bandung yang dijadikan tempat minum minuman keras dan memalak orang.

Setelah Deli tutup, dia selalu berpindah tempat mencari mangsa hingga ke lokasi bazar di GOR dan akhirnya menikam Muksin Siregar. (tim)

COMMENTS

DISQUS: 0