GMIN Desak Walikota Siantar Copot Dirut PDAM Tirtauli

GMIN Desak Walikota Siantar Copot Dirut PDAM Tirtauli

Siantar | jurnalsiantar.net
Belasan massa dari Gerakan Muda Islam Nusantara Sumatera Utara menggeruduk Kantor PDAM Kota Pematangsiantar mendesak agar Wali Kota Siantar, Hefriansyah segera mencopot Badri Kalimantan dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtauli.

Massa yang berjunlah belasan tersebut mendatangi Kantor PDAM Tirtauli di Jalan Porsea, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (6/10/2017). Dan menyampaikan aspirasi mereka dengam cara meneriakkan berbagai kata.

Pada aksi unjuk rasa ini para demonstran tak membawa alat pengeras suara, dan ha ua membawa atribut yang berupa kertas ukuran besar dan karton bertuliskan berbagai macam permintaan mereka.

Dalam orasi yang tak dilengkapi dengan mereka meminta agar  Badri Kalimantan dan Hotner Simanjuntak selaku Direktur Umum PDAM Tirtauli dicopot. Soalnya, menurut mereka kedua nama tersebut diduga telah melakukan praktik korupsi.

“Mereka berdua diduga telah melakukan korupsi dalam pengadaan mobil operasional, pengadaan barang dan jasa yang telah merugikan keuangan P
Pemerintah daerah hingga ratusan juta rupiah,” teriak massa yang dikoordinatori M Syahril Hasibuan.

Menurut mereka, nukan rahasia umum, lagi dan oublik sudah mengetahui kedekatan  hubungan emosional antara Hefriansyah dengan Badri Kalimantan, sehingga massa minta  Wali Kota Siantar segera mengesampingkan hubungan emosional tersebut dengan bertindak tegas terhadap para orang-orang yang diduga terlibat korupsi untuk segera dicopot dari jabatannya.

“Walikota Siantar kami minta agar tigak mengedepankan hubungan emosionalnya terhadap Badri Kalimantan sehingga tidak ada nepotisme. Dan harus berani dengan tegas mencopot mereka berdua dan diduga telah banyak memakan uang perusahaan dan uang negara demi kepentingan pribadi,” teriak mereka.

” Diduga tak hanya melakukan korupsi, kedua pria yang miliki jabatan di PDAM Tirtauli ini diduga juga telah menyalahgunakan wewenang dan jabatan sebagai Dirut dan Dirum PDAM Tirtauli, monopoli pengadaan barang dan jasa, korupsi biaya perawatan meter serta korupsi biaya asuransi JHT karyawan,” ungkap para massa.

Aksi mereka tidak ada ditanggapi pihak PDAM Tirtauli dan mereka balik kanan. Namun mereka akan kembali melakukan demo pasca berakhirnya Sholat Jumat, dan kembali turun ke jalan mengeluarkan seluruh permintaan mereka. (Hamzah)

COMMENTS

DISQUS: 0