Pulang Kampung Berbuah Maut,  Erik  Siagian Tewas Ditikam OTK

Pulang Kampung Berbuah Maut, Erik Siagian Tewas Ditikam OTK

Jurnalsiantar.net – Diduga terlibat cinta segitiga, Erik Jayan Siagian (22), pria asal  Dusun IV, Desa Air Putih, Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan tewas bersimbah darah akibat dua liang tusukan pisau menjebol daerah bagian perutnya.

Kanit Jatanras Polres Asahan Ipda Khomaini di ruangan Instalasi Jenazah RSUD Djasamen Saragih, Kota Siantar mengatakan, kejadian naas tersebut berlangsung, Kamis (4/1/2018) sekira pukul 00.00 WIB.

Saat itu korban yang baru saja pulang merantau untuk merayakan Tahun Baru di kampung halamannya ini pergi ke acara Bonani Pinasa (acara perkumpulan pemuda antar tiga Desa.

Saat menghadiri acara utu, korban membawa pacarnya. Namun naas, saat usai mengantar pacarnya pulanh? korban ditikam orang tak dikenal (OTK) hingga korban bersimbah darah.

Setelah ditikam, korban yang bersimbah darah berjalan sempoyongan menuju acara Bonani Pinasa untuk meminta pertolongan.

“Korban sempat dibawa ke  puskesmas setempat dan dirujuk ke Rumah Sakit Mutiara Husada. Setibanya di rumah sakit, korban tewas, dan kita bawa ke RSUD  Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk dioutopsi,”ungkapnya kepada awak media.

Kepala Forensik RSUD Djasamen Saragih Dr. Reinhard Hutahayan mengatakan, korban mengalami tusukan pada daerah perut dan mematikan.

“Ada dua tusukan di bagian perut
disebelah kanan perut atas yang menembus rongga perut. Korban tewas kehabisan darah. Soal pisau jenis apa, arah menikam dari mana, panjang pisau tidak bisa dibeberkan secara detail karena masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, kakak korban, S boru Siagian mengaku kurang tahu persis kejadian yang menimpa adiknya sampai tewas ditikam.

“Kami tidak tahu siapa pelakunya dan juga apa penyebabnya adek kami itu ditikam. Kami hanya tahu adek kami baru mengantar pacarnya pulang setelah menghadiri pesta dan saat adik kami itu mau kel okasi pesta menemui teman temannya ternyata ditikam OTK itu”,terangnya.

Ditambah S boru Siagian, mereka berkumpul di kampung halaman karena untuk merayakan tahun baru di rumah kedua orang tua mereka di Huta IV Desa Air Putih.

“Kami Enam bersaudara, adikku si Erik ini anak kedua dari enam bersaudara. Saya kerja di Pekan Baru Sebagai bidan baru pulang kampung juga sebelum tahun baru lalu. Sedangkan si Erik selama ini kerja di Pertamina, Tanjungbalai Karimun, dan tanggal 31 Desember 2017 lalu kumpul kami untuk merayakan tahun baru di rumah orang tua,”ucapnya.

Ditambahkan S boru Siagia, adiknya Erik tergolong orang yang baik, rajin kerja dan selama ini tak punya musuh di kampung halaman. “Baik dia selama ini. Dan kami tak ada mengalami firasat buruk atas kepergian Erik untuk selama lamanya,”ucap boru Siaggian. (Hamzah)

COMMENTS

DISQUS: 0